Ternyata Nabi Isa Al-Masih Hybrid Malaikat Jibril?

Ternyata Nabi Isa Al-Masih Hybrid Malaikat Jibril

Tulisan ini merupakan karya dari Prof. Muhammad Tamim Pardede yang saya bagi disini.
kebetulan ebook ini digratiskan oleh-nya. banyak hal menarik yang bisa kita baca dari tulisan-tulisan-nya. berikut ini sedikit ringkasan di akhir buku-nya.
Dan untuk ebook dalam versi lengkap bisa anda Baca dan di download dihalaman paling bawah. selamat membaca..

Ternyata Nabi Isa Al-Masih Hybrid Malaikat Jibril - Melacak Jejak Genetik Nabi Isa
Proses kehamilan pada Ibunda Maryam terjadi disebabkan berbagai hal, antara lain Beliau Ummul Mu’minin mengidap endometriosis. Endometriosis adalah keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar rahim, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk, atau jalur di luar rahim. Gejalanya berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Jika tidak ditangani akan menyebabkan sulit terjadinya kehamilan. Penanganannya dengan pemberian obat-obatan (buah kurma merupakan buah yang terbaik untuk mengatasi masalah seperti ini), laparoskopi, atau bedah laser. Hal ini dapat diketahui dengan menilik beberapa ayat berikut ini:

Jibril berkata: “Demikianlah.” RABBmu berkalam: “Hal itu adalah mudah bagiKU; dan agar dapat KAMI menjadikannya suatu tanda bagi insan dan sebagai rahmat dari KAMI; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya
dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya RABBmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. (QS Maryam, 21-26).

Proses reproduksi yang dialami Ibunda Maryam disebut juga sebagai proses hybridogenesis. Dalam reproduksi hybridogenesis reproduksi tidak benar-benar aseksual melainkan hemiclonal. Reproduksi aseksual pada hewan lebih jarang terjadi daripada tumbuhan. Biasanya reproduksi aseksual merupakan suatu alternatif dan bukan pengganti dari reproduksi seksual. Contohnya beberapa invertebrata, misalnya jenis cacing pipih (Planaria) berkembang biak dengan cara fragmentasi. Fragmentasi merupakan pemutusan bagian tubuh. Setelah tumbuh mencapai ukuran yang normal, Planaria secara spontan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian. Setiap bagian berkembang menjadi dewasa dan proses tersebut akan terulang kembali. Dan inilah misteri serta eksistensi Nabi Isa yang memang merupakan makhluk hybrid. ALLAH SWT ber rman, “Tidak layak bagi ALLAH mempunyai anak, MAHA SUCI DIA Apabila DIA telah menetapkan sesuatu, maka DIA hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS Maryam : 35).

prof.tamim pardede
Penulis
Beberapa tipe makhluk yang tingkatannya lebih tinggi memang berkembang biak dengan cara partenogenesis. Partenogenesis merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi, contohnya serangga. Pada beberapa kasus, partenogenesis merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan makhluk tertentu untuk berkembang biak. Tetapi pada umumnya hewan tersebut melakukan partogenesis pada waktu tertentu, seperti yang dilakukan oleh Aphid melakukan partenogenesis pada musim ketika banyak terdapat sumber makanan di sekelilingnya. Reproduksi secara partenogenesis lebih cepat daripada reproduksi
secara seksual, hal ini memungkinkan jenis tersebut untuk memanfaatkan sumber makanan yang tersedia dengan cepat.

Beberapa makhluk lain melakukan reproduksi aseksual dengan cara pertunasan (budding). Pertunasan merupakan proses terbentuknya tunas kecil (yang serupa dengan induknya) dari tubuh induk. Keturunan berkembang sebagai tunas pada badan induk. Pada beberapa spesies, seperti pada Obelia, tunas tersebut lepas dan hidup bebas. Pada spesies lain, misalnya koral atau anemon laut, tunas tersebut tetap terikat pada induk hingga menyebabkan terjadinya koloni koral. Pertunasan juga dijumpai pada hewan parasit, contohnya cacing pita (Taenia solium). Daging babi yang kurang matang dapat mengandung sistiserkus termakan dari cacing pita, yang terdiri dari suatu kapsul yang mengandung skoleks. Bila sistiserkus termakan, getah lambung akan melarutkan dinding kapsul sehingga skoleks keluar dan melekatkan diri dengan alat penghisap dan kait, pada dinding usus.

Skoleks kemudian membuat tunas-tunas (proglotid) pada ujung belakangnya. Tunas-tunas ini tetap terikat satu sama lain. Setelah dewasa proglotid mengembangkan alat kelamin. Proglotid yang paling tua akhirnya lepas dan keluar bersama kotoran. Namun, sebelum hal ini terjadi, rantai tersebut dapat mencapai panjang 6 meter dan mengandung lebih dari 1000 proglotid, dimana tiap proglotid merupakan individu yang dapat berdiri sendiri. Jadi merupakan sesuatu yang tidak mustahil bagi bunda Maryam untuk mengandung bayi yang kemudian mendapatkan anugerah kenabian di kemudian hari. Apalagi kekuasaan ALLAH tidak terbatas, sehingga dapat dikatakan bahwa Isa Al-Masih merupakan hybrid dari Malaikat Jibril, sehingga selama hidupnya ia menjadi suci dan tidak pernah melakukan dosa.

Nabi Isa akan datang kedua kali untuk membunuh babi, mengapa? Tentunya bukan hanya karena babi itu haram, namun hal lebih berbahaya lagi bahwa babi merupakan sumber petaka
permainan kejahatan genetika yang saat ini gencar dikembangkan oleh orang-orang melalui perusahaan Monsanto untuk merusak genetik kaum Muslimin. Dengan daging babi inilah genetika kaum muslim dapat rusak dan tidak mampu mereproduksi. Daging babi berbahaya bagi kesehatan rahim kaum muslimin sehingga harus dibumi hanguskan.

Video Karya-Karya Temuan Penulis




0 comments